Jumat, 18 Desember 2009

KepindinG TengiL

Kemaren tanggal 17 Desember 2009, sehari menjelang Tahun Baru Hijriah 1431 H,the real "Shocking DaY". Kesel, kesel, kuesel banget dech pokoknya. Banyak "orang tua" bilang, suro tuh mistis, banyak hal aneh terjadi, awalnya juga gak mau percaya, tapi sialllllll, pada hari itu, si "kepinding tengil" milih mukaku buat tempat "partynya" dia menyambut tahun baru. Uh.,,, bingung aku ngapain aja sih dia, ampe mukaku kayak habis dikencingin rame-rame. Namanya juga kepinding alias "kutu busuk" dari oder Hemiptera, yang udah NAJIS, BUSUK, BAU, tak tau diri pula, huh hewan gak guna!! Eh.,, lw mau party boleh, kencing rame-rame juga boleh, asal jangan di muka gw, lw kira muka gw mirip wc apa? lw tau gak sih, gara-gara lw kencingin, muka gw yang aslinya udah bad tambah makin gak karuan, jelek + kencing kepinding = masa depan suram huaaaaaaaa.,,,, Ya Allah udah buruk rupa, gak punya pacar, Urtikaria di muka, investasi yang gak seberapa ini hancur pula, masihkah ada laki-laki yang bersedia? hiks.,, duh jadi tau perasaannya "the Beast" yang gak pede kalo disuruh ngaca palagi kalo behadapan ma wanita.,, ternyata seperti ini rasanya.,, dasar Binatang IBLIS! HINA! aku gak pernah gangu hidup kamu tapi kenapa kamu melakukan ini ke aku ha? sudah bosan hidup rupanya.,,, heh kepinding., inget 'jangan membangunkan naga yang sedang tertidur' yang kalo di buku Harry Potter dibilang "Draco Nunquam Titilandos" kamu gak tahu apa yang akan terjadi ama kamu habis ini.,, lihat aza.,, jangan nyalahin aku kalo habis kuperkosa,kucabuli kamu terus kubunuh hahahahha.,, itu lebih baek daripada menghadapi masa depan suram sebagai seorang gadis di zaman millenium ini dengan wajah penuh derita akibat perbuatan anonohmu. Selama ini aku jadi pecinta hewan dan ingin menyelamatkan kehidupan kalian agar tidak punah.,, tapi setelah 'pengkhianatan' ini, kamu punah pun juga gak masalah, apa sih sumbangsihmu buat kehidupan di bumi ini? punya otak juga kagak, urat malu udah putus semua, keseimbangan ekosistem? boro-boro.,, udah mati aze lw! punah sekalian, kepengen rasanya aku nyekik kamu, lalu kucincang, direbus, habis itu kusiramin di depan mata keturunanmu biar mereka dendam ama aku.,, terus sebelum mereka sempat berontak ku laksanain operasi 'menghapus kolong langit' buat musnahin anak keturunanmu sapai ke akar-akarnya, sel busukmu, dan kuledakkan nukleusmu hahahhaha.,,, TerImalah Balasanku.,,,



Nah, sekarang cerita ke-2 yang bikin 'Shocking' juga, nah yang ini karena emang kegoblokanku ndiri, waktu kemaren tuh kan lagi praktikum GTL a.k.a Gigi Tiruan Lengkap, ney praktikum emang bikin keki, lelah, males, wes rasanya campur aduk kaya permen Nano-nano. Gara-gara saking seriusnya praktikum, cus ini praktikum terakhir nah kalo gak ada tambahan tamatlah riwayatQ! Aku lupa gak ngisi spirtus brander dulu sebelum paktikum alhasil aku keburu-buru waktu ngisinya habis itu tanganku ma permukaan luar spirtus brandernya basah kena spirtus, lalu tanpa ngeringin pake lap dulu, tuh spirtus brander langsung Q nyalain. Alhasil, tanganQ terbakar,.. huaaaa,,,, GOBLOK! BAKA! DumBY! StupId! fREAK! ShiT! PiSS! FuCK! Astaghfirullah hal adzim.,,, suakit buanget pokoke. Tanganku kaya obor, bersinar, dan kaya daging bakar, wuih kejadiannya Live dan temen-temenku yang 'stay tune' histeris abis. Untung ada 1 orang yang 'berotak dingin' langsung matiin tuh spirtus brander tapi aku dibiarin kebakar.,,, hiks.,,hiks.,,hiks.,, spirtus brander lebih berharga daripada diriQ.,, habis itu juga gak ada yang nanyain gimana keadaanku? kondisi tanganku? sakit gak? meski cuma pemanis bibir itu lebih baek daripada gak ada yang nganggap aku sebagai 'subjek' huhuhuhuhuh.,,,, nistanya diriQ.,, padahal tanganku udah merah meradang dan mengalami rubor, kalor, dolor wuih pokonya "Don't Try This at Home" tapi aku gak butuh dikasihani kuk.,, tenang aja.,, aku malah bingung kalo ada yang merhatiin soalnya aku udah akrab ma diriku yang emang 'invincible' ini hahahahahah.,,,



Dari pengalaman menyambut "Malam Suro" itu aku semakin berpikir, aku semakin merenung, dan aku semakin bertanya-tanya akan makana yang tersirat. Dan pada akhirnya semua hal itu apabila kita memandang dari sudut lain akan terpancar sinar pencerahan dalam hidup kita. Dari pengalamn ini aku belajar untuk lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungan, berhati-hati dalam bekerja, teliti dan tekun, serta sabar dan tawakkal. Beranilah untuk memandang dunia dari sudut pandang lain karena kita tidak akan pernah tahu kapan hal itu akan membantu dan menyelamatkan hidup kita kelak.

-anggi-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar